Seleksi Masuk PTN, Siswa Lebih Pilih SBMPTN Ketimbang SNMPTN

TIRTO-antarafoto-sbmptn-berbasis-komputer-310516-hnd_ratio-16x9

Siswa lebih memilih SBMPTN ketimbang SNMPTN karena lebih mempertaruhkan kemampuan dan bergengsi untuk seleksi masuk PTN.

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dinilai lebih bergengsi ketimbang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), menurut Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

“Seleksi melalui jalur rapor atau SNMPTN memang kurang menarik buat siswa karena sebagian berpendapat kalau SBMPTN lebih mempertaruhkan kemampuan dan bergengsi bagi siswa untuk seleksi masuk PTN,” ujar Direktur Kemahasiswaan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti Didin Wahidin kepada Antara di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Selain mempertaruhkan kemampuan, lanjut dia, SBMPTN juga mempunyai tingkat prediksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan SNMPTN. Dua seleksi ini memiliki mekanisme berbeda yang mana SNMPTN merupakan seleksi masuk PTN melalui jalur nilai rapor. Sedangkan SBMPTN melalui tes tertulis.

“Siswa juga tahu potensi dirinya, sehingga banyak yang mengambil pendidikan yang lebih menjanjikan ke depan, sehingga tidak mendaftar SNMPTN,” katanya.

Jumlah siswa yang layak mendaftar pada SNMPTN 2018 sebanyak 1.033.320 siswa. Sedangkan jumlah siswa yang melakukan pendaftaran hanya 590.830 siswa dan yang melakukan finalisasi sebanyak 586.154 siswa. Sedangkan untuk siswa Bidikmisi sebanyak 144.781 siswa atau naik dibandingkan tahun sebelumnya yakni 131.650 siswa.

Ketua Panitia SNMPTN Prof Ravik Karsidi mengatakan pada tahun lalu, jumlah siswa yang mendaftar juga tak jauh berbeda.

“Mungkin mereka [siswa yang tidak mendaftar SNMPTN] merasa tidak mampu bersaing. Pada tahun lalu, juga jumlahnya seperti itu,” kata Ravik.

SNMPTN merupakan jalur masuk PTN melalui jalur nilai rapor. Pengisian dan verifikasi pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) telah berlangsung pada 13 Januari hingga 10 Februari 2018. Pendaftaran SNMPTN dimulai pada 21 Februari hingga 6 Maret 2018. Kemudian pengumuman seleksi pada 17 April 2018.

Sedangkan pada tahun ini, SBMPTN akan menggunakan model Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Penilaian dalam seleksi ini memakai kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.

Pendaftaran online bagi peserta SBMPTN, baik melalui model seleksi UTBC maupun UTBK, berlangsung pada 5 April – 27 April 2018. Biaya pendaftaran SBMPTN ditanggung oleh peserta, yakni Rp200.000.

Sementara pelaksanaan ujian akan digelar pada 8 Mei 2018. Khusus untuk Ujian Ketrampilan, akan dilaksanakan pada 9 dan/atau 11 Mei 2018. Pengumuman peserta yang lolos seleksi di jalur SBMPTN akan dilaksanakan pada 3 Juli 2018.

Sumber: Tirto.id