Pakde Karwo Minta Bupati Sampang Fokus pada Pendidikan dan Kesehatan

1

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo (Pakde Karwo) meminta Bupati Sampang yang baru saja dilantik untuk fokus dalam dua hal, yakni pendidikan dan kesehatan. Dua hal ini sangat penting karena berkaitan dengan tingkat kemiskinan masyarakat. Hal ini disampaikannya saat acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Bupati Sampang dan ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Sampang sisa masa bakti Tahun 2013-2018 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (6/7/2017).

Pakde Karwo mengatakan, kedua hal ini sangat penting mengingat tingkat kemiskinan Kabupaten Sampang tertinggi di Jatim, yakni sebesar 24,11 persen. Di urutan kedua ada Kabupaten Bangkalan dan ketiga Kabupaten Probolinggo. Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi kerjasama yang serius dalam menangani masalah kemuskinan, yakni dengan fokus pada pendidikan dan kesehatan.

Menurut Pakde Karwo, pendidikan ini bersifat jangka panjang. Sedangkan jangka pendeknya bisa melalui peningkatan keterampilan, yakni pendidikan vokasional.

“Kami sudah mulai masuk ke pondok-pondok pesantren melalui SMK mini selama enam bulan, kalau perlu ada inkubator yang fokus melatih keterampilan siswa,” terangnya.

Di bidang kesehatan, faktor ini berkaitan dengan kondisi fisik dan psikis masyarakat. Agar ke depan, anak-anak yang masuk bonus demografi memiliki kualitas gizi yang baik.

“Bila seseorang tidak sehat, dia tidak bisa menerima pendidikan dengan baik, sehingga produktivitasnya bisa rendah,” ungkap Pakde Karwo.

Secara garis besar, pendidikan setingkat SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Sampang menurut Angka Partisipasi Kasar (APK) dan angka partisipasi berdasarkan umur atau Angka Partisipasi Murni (APM), relatif bagus. Yang masih rendah justru di tingkat SMA/SMK/MA dimana tingkat APM-nya sebesar 44 dan APK-nya sebesar 65.

“Jadi yang harus digenjot adalah masalah pendidikan dan potensi agro, terutama masalah membrant untuk garam antara Sreseh dengan Kecamatan Pengalengan,” kata Pakde Karwo.

Pada kesempatan tersebut, Pakde Karwo meminta bantuan kepada seluruh tokoh agama, ulama dan tokoh masyarakat untuk melakukan koordinasi dengan bupati, yakni menjalin hubungan yang baik dengan Forkopimda dan DPRD. Sesuai kekhasan, peranan kyai dan ulama harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan Selain itu, ia juga berpesan untuk menjaga situasi aman dan nyaman di Jatim. Hal ini dikarenakan tiga tahun berturut-turut Jatim mendapat pengakuan sebagai provinsi yang paling aman dan nyaman.

“Pekerjaan kita bersama membangun dengan suasana persaudaraan, bila perlu ada ruang dialog untuk mencari solusi,” pesannya.

Gubernur Jatim melantik Bupati Sampang, H. Fadhilah Budionoberdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 16 Juni 2017 Nomor 131.35-3303 Tahun 2017 tentang pengangkatan bupati dan pemberhentian wakil bupati Sampang. Fadhilah diangkat menjadi Bupati Sampang sisa masa jabatan 2013-2018. Sebelumnya, Fadhilah menjabat sebagai wakil bupati Sampangdan sejak 21 April 2017 berdasarkan SPT Nomor 131/616/011.2/2017 menjadi plt. Bupati Sampang selama Bupati Sampang sakit dan menjalani perawatan. Seperti diketahui, Bupati Sampang sebelumnya KH. Fannan Hasib meninggal dunia pada 3 Mei 2017 lalu.

Angka Kematian Ibu Melahirkan, Menurun

Selain Pelantikan Bupati Sampang, pada kesempatan ini juga dilakukan pelantikan Ketua TP PKK Kab. Sampang dan Ketua Dekranasda Kabupaten Sampang, yakni Hj. Suci Rahayu Fadhilah Budiono, oleh Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si (Bude Karwo). Pengangkatan ini berdasarkan Surat Keputusan Ketua TP PKK Provinsi Jatim nomor 04/KEP/PKK.PROV/ VII/2017 tentang pemberhentian dan pengangkatan TP PKK Kabupaten Sampang tanggal 5 Juli 2017.

Dalam sambutannya, Bude Karwo menyampaikan, Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Kabupaten Sampang terus menurun. Saat ini tercatat AKI di Sampang sebesar 84/100.000 kelahiran hidup. Angka ini lebih baik dari standar Suistanable Development Goals (SDGs) sebesar 102/100.000 kelahiran hidup.

Di Jatim sendiri, lanjut Bude Karwo, ada pendampingan bagi ibu hamil mulai mengandung sampai nifas. Program ini akan diadopsi oleh Menteri Kesehatan. “Program ini satu-satunya di Indonesia dan baru ada Jatim,” jelasnya.

Sementara itu, Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Sampang sebesar 11/1000 kelahiran hidup, dimana AKB Jatim sebesar 23/1.000 kelahiran hidup. Menurut Bude Karwo, sebagai mitra kerja pemerintah, PKK dengan 10 program pokoknya mencakup seluruh kebutuhan dasar hidup manusia. Seperti posyandu balita sampai dengan posyandu lansia. Untuk itu, ia berharap peran serta PKK dalam membantu pemerintah dan bersinergi menyejahterakan ekonomi perempuan sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menurunkan kemiskinan.

“Seyogyanya program pemerintah melibatkan PKK, seperti musrenbang di Prov. Jatim mengajak PKK. Sehingga program pembangunan dan program PKK bisa sinkron,” kata Bude Karwo.

Sementara itu, di bidang kerajinan, Sampang memiliki tiga produk unggulan, tetapi yang masuk di Dekranasda ada dua yaitu sepatu dan batik tulis. Menurut Bude Karwo, sepatu dan batik tulis memiliki potensi ekonomi paling besar. Ke depan, ia berharap semakin banyak lagi produk kerajinan Sampang yang mendapat pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Namun, tambah Bude Karwo, ada beberapa masalah yang dihadapi para perajin. Yaitu, kesenjangan transformasi perajin yang disebabkan cepatnya teknologi, kurangnya regenerasi perajin berbasis lokal, dan inkontinuitas dan kurang stabilnya perajin dalam menjaga mutu dan hasil produk dalam jumlah banyak. Serta, masih banyak perajin yang belum mengikuti selera konsumen. Solusinya, TP PKK Provinisi Jatim memiliki beberapa program seperti, peningkatan kualitas SDM perajin, perluasan jaringan pemasaran, publikasi melalui media cetak dan elektronik, serta fasilitas pendampingan pemberian HAKI dan sertifikasi.