Kemendikbud Perkuat Pendidikan di Daerah Pinggiran

mendikbud-perkuat-pendidikan-di-daerah-pinggiran-mLi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi.

Pendidikan dinilai menjadi salah satu penentu kemajuan bangsa. Pelayanan dan akses pendidikan merata dan berkualitas sudah menjadi hak setiap anak bangsa.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengupayakan setiap anak-anak usia sekolah untuk mendapatkan pendidikan sejak usia dini.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka dan memberi arahan pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018 di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Senin 5 Februari 2017.

Muhadjir menegaskan pendidikan itu juga harus dinikmati oleh anak-anak kurang mampu dan miskin.

“Semua anak-anak harus mendapatkan pendidikan, tak terkecuali anak-anak kurang mampu. Kita fokus agar anak-anak dari keluarga tidak mampu dan miskin untuk mendapatkan pendidikan yang sepadan dan berkualitas,” tutur Muhadjir.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu memaparkan untuk peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah telah mengeluarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi vokasi lulusan SMK.

“Kita siapkan lulusan SMK bekal berupa keterampilan dan keahlian yang memadai serta sesuai kebutuhan zaman. Sehingga anak-anak bangsa ini siap menghadapi persoalan bangsa ke depan,” ujarnya.

RNPK 2018 mengangkat tema menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan.

Menurut Muhadjir, hal ini menunjukkan pendidikan harus diperkuat koordinasi, sinergi dan kemitraan stakeholder pendidikan.

“Penguatan, koordinasi dan sinergi itu harus terus diwujudkan antara pemerintah pusat, daerah, dan kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat yang peduli pendidikan dan masa depan anak bangsa,” papar Muhadjir.

Pasalnya, kata Muhadjir, pendidikan itu juga akan diprioritaskan warga miskin, kurang mampu dan pinggiran. Terutama daerah 3 T, yakni tertinggal, terluar dan terpinggir.

“Pendidikan itu kita juga fokuskan untuk daerah pinggiran, atau sering disebut 3T. Pinggiran itu, bisa bermakna daerah pinggiran dan warga yang terpinggirkan. Ibarat makan bubur panas, makan dari pinggir baru ke tengah. Jadi pendidikan kita gerakan dari pinggiran,” papar menteri di hadapan peserta RNPK 2018.

Sumber: sindonews.com