16 Jam di Makassar, Menteri Pendidikan Kagumi Inovasi Disdik Sulsel

Muhadjir

Rapat Kordinasi (Rakor) bersama SKPD Pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Sulsel) berjalan dengan lancar, Jumat (9/3/2018).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar ini memmberikan kesan dan cerita tersendiri bagi para peserta.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dr Muhajir Efendy menghadiri acara ini.

Kedua tokoh ini, sama-sama memberikan semangat dan menginspirasi para peserta yang tak lain adalah guru, kadis, dan dewan pendidikan, untuk berjuang bersama menghadirkan pendidikan berkualitas dan berkarakter di Sulsel.

Di Makassar, Prof Muhajir tidak sekadar menghadiri Rakor Pendidikan yang dihadiri 1.180 pejuang pendidikan di Sheraton. Ia juga blusukan di SMK 6 Makassar yang berjarak sekitar 50 meter dari hotel tempat acara rakor berlangsung.

Prof Muhajir menghabiskan waktu selama 16 jam di Makassar. Ia tiba pukul 23.00 Wita di Makassar dan langsung istirahat, setelah itu di dampingi Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo melakukan senam pagi dan kunjungan ke SMKN 6 Makassar.

Setelah senam, lanjut mereka sarapan di hotel. Ia juga mengunjungi pameran karya siswa di hall hotel talk show. Di akhir lawatannya pukul 15.30-16.00 Wita, ia melakukan penandatanganan prasasti pembangunan sekolah di SMAN 10 Makassar.

Pada kesempatan itu, Prof Muhajir mengapresiasi Dinas Pendidikan Sulsel yang tak henti memperjuangkan pendidikan.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan khusus kepala dinas yang menyelenggarakan kegiatan yang bernilai tinggi dalam kualitas pendidikan berkelanjutan,” tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga mengaku kagum dengan inovasi yang dihadirkan Dinas Pendidikan (aplikasi e-Panrita) yang sangat luar biasa.

“Ini malah bisa jadi big data ke depannya. Tak hanya absensi online tapi juga melalui aplikasi bisa mengetahui apakah sertifikasi dan gaji sudah masuk? Digunakan buat cicil mobil atau beli buku-bukukah tunjangan profesinya?” katanya.

Sementara itu Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo menyampaikan bahwa apa yang ia lakukan ini adalah bentuk idealitas kepada pendidikan.

Ia menambahkan banyak hal-hal mendasar yang dilakukan atau pun akan dilakukan Disdik Sulsel tapi terkendala pada regulasi.

Kendati demikian itu tak menjadi masalah bagi None sapaan kadisdik Sulsel untuk berjuang untuk pendidikan.

“Regulasi kita banyak yang justru menjadi halangan bagi kami untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan berintegritas. Jika memungkinkan Pak Menteri, kami tentu akan sangat senang jika beberapa regulasi ditinjau,” kata Nonei.(*)
Sumber: Tribun News